Sepenggal Skenario 2013

Standard

Warna-warni kembang api menghiasi langit ditambah gemuruh suara letusannya menambah indah suasana tahun baru walau diselimuti hujan rintik-rintik namun tak menyurutkan semarak malam pergantian tahun, yaa! dimalam tahun baru semua orang menyambut dengan suka cita berbagai resolusi hidup sudah disiapkan untuk menyongsong tahun  baru, demikian juga aku, aku menaruh harapan agar ditahun baru ini kebahagiaan bisa aku rengkuh satu-persatu. Ditengah  gemuruhnya suasana pergantian tahun ini aku memandangi langit, aku mencoba membuka satu-persatu halaman dari cerita hidupku sepanjang tahun 2013 yang baru saja usai, dari halaman memori yang aku buka tahun 2013 banyak hal yang membuat aku meneteskan air mata dan menguras habis kesabaranku. O iya  ada pepatah yang bilang tak kenal maka tak saying sebelum aku bercerita alangkah baiknya kalau aku memperkenalkan diri, namaku Aulia akubaru saja menyelesaikankuliah  disalah satu Universitas Negeri di Malang. Dimata teman-temanakudikenalanak yang ceria, fun danhumoris, namun dengan masalah yang sedang hadapi belakangan ini perlahan keceriaanku itu mulai meredup.

            Dilembaran pertama aku menemukan cerita yang cukup menyayat hatiku, awal januari hubunganku dengan pacarku sedang kurang baik sebut saja namanya Barry, hubungan kami sudah terjalin kurang lebih selama 6 tahun karena jarak membuat kami jarang ketemu Karena itu juga hubungan kami sering putus nyambung, dan kali ini ada satu masalah diantara kami yang belum bisa kami selesaikan nanti dihalaman berikutnya kalian akan tau tentang permasalahan kami. Walau berat aku berusaha sekuat tenaga untuk melupakan permasalahan kami, aku terus berjala nuntuk melalui semuanya dengan menyibukkan diri melakukan segala hal mulai dari kerja ditengah waktu senggang kuliah  sampai menghabiskan waktu diperpustakaan untuk membaca buku. Waktu terus berlalu aku menjalani hari-hariku seperti dulu bercanda dengan teman-teman walau hubunganku dengan pacarku tak jelas arahnya. Tak terasa Ujian Akhir semester semakin dekat saja ditambah dengan Tugas Akhir yang dikejar deadline membuat aku semakin ekstra memeras otak agar semuanya bisa selesai tepat waktu. Dengan kesibukkanku itu sejenak aku bisa melupakan dirinya.

Dilembaran kedua inilah saat dimana kesedihanku di mulai, pagi itu selesai jam kuliah pertama tiba-tiba aku mendapat kabar dari saudara sepupuku tentang keadaan bapak yang katanya semakin kritis dan ingin sekali aku pulang, ya… bapak memang cukup lama  sakit penyakit sroke yang mengerogoti bapak selama 2 tahun ini membuat tubuh bapak kian hari kian lemah, tapi tak pernah sekalipun bapak mengeluh dan perasaankupun tak pernah sebimbang ini ketika mendapat kabar tentang bapak. Setelah mendapat kabar yang membuat hatiku semakin cema situ, aku bergegas pulang aku minta izin ke Dosen kalau jam kedua ini aku tidak ikut kuliah, selama perjalanan perasaan tak karuan semakin menyeruak masuk kereluh hatiku aku mencoba mengisi pikiranku dengan angan-angan tentang bapak yang sebentar lagi akan sembuh dan tiap kali aku pulang bapak akan selalu memberikan nasehat-nasehat bijaknya. Kurang lebih lima jam aku menempuh perjalanan akhirnya aku sampai dirumah ba’da maghrib, aku mempercepat langkahku perasaan ingin segera mencium tangan bapak sungguh amat besar, sesampai didalam aku  takbisa berkata apapun tubuhku serasa lemah dan kaku saat aku melihat bapak sudah terbujur tak bernyawa dengan penuh susah payah aku mengucapkah “innalillahi wa inna ilaihi roji’un” tangisku pecah, lolongan panjang menyayat hati. Aku tak percaya kalau secepat bapak meninggalkan aku dan ibu, tepat 7 Mei 2013 Bapak menghembuskan nafas terakhirnya. Kehilangan bapak adalah hal amat berat dan menyedihkan buat aku dan ibu, tetapi mungkin ini yang terbaik untuk bapak sekarang aku hanya hidup berdua saja dengan ibu. Satu hari setelah kepergian bapak aku mendapat ucapan turut berduka cita dan doa dari pacarku Barry awalnya aku senang dan aku sempat berfikir dia ada untuk aku saat aku sedih seperti ini, tapi kesenagan itu tak lama dan berubah dengan berita kepedihan setelah memberikan ucapan dukanya dia juga memberikan kabar kalau bulan depan dia akan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, seperti yang sudah aku bilang dihalaman sebelumnya bahwa beberapa bulan yang lalu hubunganku dengan pacarku kurang harmonis, aku sempat mendengar tenteng berita perjodohan dia, aku pikir kami masih bisa mempertahankan hubungan yang sudah terjalin amat lama ini, tapi itu semua hanya perkiraanku saja dan dia lebih memilih wanita pilihan orang tuanya, cukup lama hubungan kami gantung ternyata inilah jawabannya. Aku sudah tak bisa berkata apa-apa selain memberikan selamat untuk pacarku yang tak lama lagi akan menjadi suami orang lain, saat itu aku merasa dunia akan kiamat mungkin semua isi bumi sedang menghantamku sampai aku tak tau harus bergerak ke arah mana dalam hati aku meronta, belum kering air mataku karena kehilangan bapak dan sekarang aku harus melepaskan orang yang selama ini mengisi kekosongan hatiku orang yang amat aku cintai. Tujuh hari berlalu aku kembali ke kampus berat dan tak tega rasanya meninggalkan ibu sendirian, tapi apa mau dikata Ujian sudah menungguku sejak satu minggu yang lalu, dengan sisa-sisa kekuatan yang aku miliki berusaha menata kembali puing-puing kehancuran dihatiku walau mata terasa perih karena menahan air mata yang ingin tumpah dipelupuk mata, di depan sanaaku melihat ada teman-teman yang menunggu kedatanganku mereka memelukku dan berkata “ mbak yang sabar yaa” itu kata-kata yang amat biasa, namun bisa memberiku energi yang luar biasa untuk melawan kepedihan dihatiku. Bukan suatu hal yang mudah untuk bangkit dari keterpurakanku, namun terus meratapi kesedihan juga tentu akan menyiksa diri sendiri, seiring berjalannya waktu aku bisa melalui masa-masa suramku aku terus berjalan tanpa ingin menoleh kebelakang. Dan puji syukur Ujian sudah selesai tinggal satu lagi penusunan Tugas Akhir yang harus segera aku selesaikan sebagai penentu kelulusanku. Empat puluh hari setelah bapak meninggalkan aku dan ibu aku sempatkan diri pulang untuk mempersiapkan empat puluh hariannnya bapak, dan dihari itu juga aku mendapat kabar dari sahabatku bahwa Barry yang sudah resmi berstatus mantan pacarkuakan melangsungkan pernikahan hari itu juga, aku tak tau mesti bahagia atau sedih saat aku sibuk mempersiapkan empat puluh harinya bapak sementara dia disana bahagia dengan wanita masa depannya, aku merasa ini sungguh tak adil, tapi sudahlah mungkin dengan cara seperti ini Tuhan memisahkan aku dengan dia dan dengan cara seperti ini juga Tuhan akan mempertemukan aku dengan orang terbaik pilihannya. Beberapa bulan kemudian tepatnya 15 Juli 2013 aku menjalani Ujian Tugas Akhir dan sebentar lagi status mahasiswa akan segera aku tanggalkan, dan tak hanya itu kabar yang cukup membajhagiaan juga datang menghampiriku aku dihari itu juga aku diterima kerja disalah satu perusahaan swasta di Surabaya, sambil menunggu waktu wisuda aku menjalani pekerjaanku. Tiba saat wisuda 12 Sepetember 2013 ada sesuatu yang kurang dalam wisudaku tak seperti teman-teman yang datang dengan dengan orang tuanya kali ini tak ada satu keluargaku yang bisa hadir di hari bersejarah bagiku, tetapi aku memaklumi terlebih keadaan ibu hanya sahabat-sahabat baikku yang hadir sebagai wakil dari orang tuaku, sempat meneteskan air mata karena ingat sosok bapak andai bapak ada disini pasti beliau bahagia melihatku diwisuda, namun itu tidak menyurutkan kebahagiaanku aku tetap bersyukur ada sahabat yang masih menemaniku.

            inilah lembaran skenarioku sepanjang tahun 2013 ini penuh dengan air mata, tapi aku percaya dibalik air mata Tuhan menyimpan kebahagiaan untukku, dulu aku bertanya kenapa Tuhan memberikan cobaan ini padaku tapi sekarang aku berterima kasih pada Tuhan atas cobaan-Nya karena dengan cobaan itu menjadikan aku orang lebih bertawakal dan ikhlas atas segala ketentuan-Nya, lebih bersyukur atas apa yang sudah diberikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s